Network File System
1. PENGERTIAN
NFS atau Network File System adalah sebuah protokol berbagi pakai berkas melalui jaringan. NFS ini meng-share file ataupun resource melalui network atau jaringan tanpa peduli sistem operasi yang digunakan apa. Misalnya A menggunakan Windows, B menggunakan Unix, A dan B bisa mengakses file atau data yang sama dengan menggunakan teknologi NFS ini. Tentunya kadang misalnya di A atau B butuh software khusus, misalnya di Windows butuh NFS client. Pengertian NFS populer di kalangan Unix, untuk istilah NFS di Windows lebih dikenal dengan nama CIFS atau Common Internet File System, kalau kita share di Windows, protokol yang digunakan ya ini CIFS.
Fitur-fitur yang dimiliki oleh NFS versi 3 adalah sebagai berikut:
Mendukung ukuran berkas hingga satuan Terabyte, dengan menggunakan indikator ukuran berkas hingga64-bit (pada versi sebelumnya, hanya mengimplementasikan indikator ukuran berkas hingga32-bit saja, sehingga total ukuran berkas maksimum adalah 4 gigabyte).
Ukuran maksimum paket data yang didukung adalah 64 Kilobyte (pada versi sebelumnya, hanya mencapai 8 KB untuk tiap paketnya, sehingga lebih lama dalam melakukan transfer data dari satu host ke host lainnya yang menjalankan NFS).
Dapat memilih apakah hendak menggunakan protokol lapisan transport UDP atau TCP (pada versi sebelumnya, NFS hanya menggunakan protokol lapisan transport UDPsehingga kurang bagus diimplementasikan dalam jaringan WAN)
Server dapat melakukan penge-cache-an terhadap request yang dilakukan oleh klien.
2. INSTALASI
a. Paket NFS Debian untuk Komputer Client
• Cek paket nfs-common dan portmap
debian:~# dpkg –l | grep nfs-common
debian:~# dpkg –l | grep portmap
• Jika paket tersebut sudah ada, maka akan muncul tampilan informasi paket yang sudah terinstall tersebut.
• Jika belum ada, install paket tersebut terlebih dahulu
debian:~# apt-get install nfs-common portmap
b. Paket NFS Debian untuk Komputer Server
• Cek paket nfs-kernel-server, nfs-common dan portmap
debian:~# dpkg –l | grep nfs-kernel-server
debian:~# dpkg –l | grep nfs-common
debian:~# dpkg –l | grep portmap
• Jika paket sudah ada maka akan muncul tampilan informasi paket yang sudah terinstall tersebut.
• Jika paket blum ada, install paket tersebut terlebih dahulu
debian:~# apt-get install nfs-kernel-server nfs-common portmap
3. KONFIGURASI NFS SERVER
Sebelum Anda menjalankan NFS, Anda perlu melakukan beberapa konfigurasi file yaitu :
a. /etc/exports
• Pertama-tama login sebagai root terlebih dahulu
debian:~# login : root
debian:~# password : [password root]
• Lakukan editing pada file /etc/exports dengan perintah
debian:~# vim /etc/exports
• Lalu tambahkan direktori yang akan dishare dan ip address client
[path file/folder] [ip address client] [(ro) untuk read only|(rw) untuk read write)
Contoh:
/usr/share/doc 10.252.108.2(ro) 10.252.108.3(ro) 10.252.108.4(ro)
/home/siswa 10.252.108.2(rw) 10.252.108.3(rw) 10.252.108.4(rw)
• Terakhir simpan file tersebut
debian:~# :wq
b. /etc/hosts.deny
• Lakukan editing pada file /etc/hosts.deny dengan perintah
debian:~# vim /etc/hosts.deny
• Lalu tambahkan konfigurasi berikut
portmap:ALL
lockd:ALL
mountd:ALL
rquotad:ALL
statd:ALL
• Terakhir simpan file tersebut
debian:~# :wq
c. /etc/hosts.allow
Lakukan editing pada file /etc/hosts.allow dengan perintah
debian:~# vim /etc/hosts.allow
Lalu tambahkan konfigurasi berikut
portmap: [ip address client 1] , [ip address client 2], [ip address client 3]
lockd: [ip address client 1] , [ip address client 2], [ip address client 3]
mountd: [ip address client 1] , [ip address client 2], [ip address client 3]
rquotad: [ip address client 1] , [ip address client 2], [ip address client 3]
statd: [ip address client 1] , [ip address client 2], [ip address client 3]
Contoh:
portmap: 10.252.108.2 , 10.252.108.3 , 10.252.108.4
lockd: 10.252.108.2 , 10.252.108.3 , 10.252.108.4
mountd: 10.252.108.2 , 10.252.108.3 , 10.252.108.4
rquotad: 10.252.108.2 , 10.252.108.3 , 10.252.108.4
statd: 10.252.108.2 , 10.252.108.3 , 10.252.108.4
Terakhir simpan file tersebut
debian:~# :wq
d. Selanjutnya jalankan service-service pendukung yaitu portmap dan nfs
• Portmap
debian:~# /etc/init.d/portmap start
• NFS
debian:~# /etc/init.d/nfs start
e. Setelah kedua service tersebut berjalan ketikkan perintah berikut
debian:~# rpcinfo –p
f. Menjalankan ulang export
debian:~# exportfs –ra
g. Melihat hasil export
debian:~# exportfs
4. KONFIGURASI NFS CLIENT
a. Sebelum konfigurasi, pertama-tama login sebagai root
debian:~# login : root
debian:~# password : [password root]
b. Pastikan pada file /proc/filesystems ada baris berisi nfs
debian:~# more /proc/filesystems
c. Mounting remote direktori
• Membuat direktori baru “/doc” dan “/share” sebagai alias di direktori /mnt
debian:~# cd /mnt
debian:/mnt# mkdir /mnt/doc
debian:/mnt# mkdir /mnt/share
• Melakukan mounting pada direktori server
mount [ip address client:path yang akan di share] [mount point]
Contoh:
debian:~# mount 10.252.108.1:/usr/share/doc /mnt/doc
debian:~# mount 10.252.108.1:/home/siswa /mnt/share
• Melakukan pengetesan terhadap direktori yang di-share
Direktori /mnt/doc (read only)
debian:~# cd doc
debian:~# mkdir tes
Akan muncul pesan
mkdir: cannot create directory ‘tes’: Read-only file system
Berarti konfigurasi terhadap direktori /usr/share/doc di server sudah benar(read only)
Direktori /mnt/share (read write)
debian:~# cd share
debian:/share# mkdir tes_folder_client1
debian:/share# touch tes_file_client1
debian:/share# ls
Jika pesan yang muncul merupakan isi dari folder share, maka konfigurasi terhadap direktori /home/siswa di server sudah benar(read write)
• Melakukan unmounting
Jika masih berada pada direktori yang di-mount/share, sebaiknya keluar dari direktori tersebut terlebih dahulu
debian:~# umount /mnt/doc
debian:/doc# cd doc
debian:/doc# ls
Maka hasilnya kosong.
debian:~# umount /mnt/share
debian:/share# cd share
debian:/share# ls
Maka hasilnya kosong.
• Setting menjalankan mounting secara otomatis saat komputer dinyalakan
Ubah file /etc/fstab dengan perintah:
debian:~# vim /etc/fstab
Masukkan konfigurasi di bawah ini:
[ip address client:path file/folder yang dishare] [mount point] [type] [pilihan] [dump] [pass]
contoh:
10.252.108.1:/usr/share/doc /mnt/doc nfs ro 0 0
10.252.108.1:/home/siswa /mnt/share nfs rw 0 0
Lalu simpan
debian:~# :wq
Referensi :
http://maya08.wordpress.com/linux/linux-nfs/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_berkas_jaringan
http://aminmuh.wordpress.com/2011/06/25/cara-praktis-membuat-nfs-server/
Tayangan Lamanku :)
Selasa, 08 November 2011
Selasa, 01 November 2011
Instalasi & Konfigurasi DHCP Server Menggunakan GADMIN-BIND Pada Ubuntu 10.04.2 LTS
Bagi sebagian Sysadmin, CLI (Command Line Interface) kerap menjadi pilihan utama saat melakukan instalasi dan konfigurasi service pada sistem operasi Linux dibandingkan menggunakan aplikasi berbasis GUI (Graphical User Interface). Meski demikian bagi sebagian orang tentunya tidak ada salahnya untuk mencoba melakukan konfigurasi service dengan menggunakan bantuan GUI. Kalau pada Linux SLE/openSUSE sudah terbiasa menggunakan YaST lalu bagaimana pada Linux Ubuntu? bagi yang mau mencoba alternatif melalui GUI bisa menggunakan GADMIN.
GADMIN sendiri bisa digunakan untuk melakukan administrasi ISC BIND DNS server, ISC DHCPD server, Proftpd standalone, Samba filesharing, Apache webserver, Squid proxy server, RSYNC backup server & client serta OpenVPN Server/Client.
Tutorial kali ini menjelaskan langkah-langkah instalasi dan konfigurasi Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) server menggunakan GADMIN-DHCPD yang dijalankan pada Ubuntu 10.04.2 LTS (Lucid Lynx).
Instalasi
Berikut ini langkah-langkahnya:
->Jalankan Terminal (Applications | Accessories | Terminal).
->Install paket/aplikasi yang diperlukan dengan perintah:
[sudo apt-get install dhcp3-server gadmin-dhcpd]
->Jalankan GADMIN-DHCPD melalui Applications | System Tools | GADMIN-DHCPD.
Tampilan awal GADMIN-DHCPD terlihat seperti gambar di bawah ini:
Konfigurasi
Bagian yang pertama kali akan dikonfigurasi adalah bagian Settings. Pada bagian
ini yang harus dipastikan adalah:
1.Path to dhcpd.conf : /etc/dhcp3/dhcpd.conf
2.Path to dhcpd.leases : /var/lib/dhcp3/dhcpd.leases
3.Default lease time : 600 (satuan dalam detik, merupakan waktu default)
4.Setingan yang lainnya seperti DDNS update style dan DDNS update biarkan
mengikuti default. Kemudian tekan tombol Apply.
->Bagian berikutnya yang harus disetting adalah Scopes. Pilih Scopes jika kita
akan melakukan konfigurasi DHCP untuk client dengan rentang IP Adress dan
pilih Single hosts untuk satu IP Address yang langsung merujuk pada satu
client. Pada tutorial kali ini dpilih Scopes.
->Pada setings Scopes yang harus diisi adalah:
1. Network card, isi dengan network interface yang akan digunakan untuk DHCP.
Pada contoh di atas yang digunakan adalah interface wlan0 (wireless).
Jika menginginkan interface yang lain (misalnya eth0, eth1) sesuaikan dengan
kebutuhan.
2. Network address, isi dengan IP address network anda bukan dengan IP address
server DHCP. Pada contoh di atas saya menggunakan 192.168.1.0
3. Subnet mask, isi dengan subnet atau netmask network anda. Pada contoh di
atas saya menggunakan 192.168.1.0.
4. Kemudian tekan tombol Add.
->Pada bagian Shared IP-address ranges isi dengan range IP address yang akan
disewakan. Pada contoh di bawah ini saya memberikan range IP mulai dari
192.168.1.51 sampai 192.168.1.55, artinya nantinya akan ada 5 IP address yang
akan disewakan. Tekan tombol Add.
->Selanjutnya yang akan diubah adalah bagian Client settings. Pada bagian ini
yang disetting adalah:
1. Domain name, isi dengan domain yang anda gunakan. Misalnya excellent.com.
2. Broadcast address, isi dengan Broadcast IP address. Misalnya 192.168.1.255
3. Routers, isi dengan IP address router yang ada pada jaringan anda. Misalnya
192.168.1.1
4. Domain name servers, isi dengan IP address nameserver anda. Misalnya :
192.168.1.1, 8.8.8.8, 208.67.222.222
5. NTP servers, isi dengan IP address Network Time Protocol (NTP) server yang
anda gunakan, Jika tidak menggunakan NTP server maka kosongkan saja.
6. Jika sudah yakin tekan tombol Apply.
-> Kemudian jalankan service DHCP dengan menekan tombol Activate dan pastikan
statusnya dalam keadaan Activated.
-> Untuk menghentikan service DHCP tekan tombol Deactivate
Pengecekan Melalui Log
Buka Terminal kemudian jalankan perintah:
wdzgouch@server:~$ tail -f /var/log/syslog
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPDISCOVER from 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPOFFER on 192.168.1.51 to 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPDISCOVER from 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPOFFER on 192.168.1.51 to 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPREQUEST for 192.168.1.51 (192.168.1.104) from 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPACK on 192.168.1.51 to 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPREQUEST for 192.168.1.51 (192.168.1.104) from 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPACK on 192.168.1.51 to 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Selain melalui log, untuk mengetahui IP address yang disewakan bisa dilihat di GADMIN-DHCPD bagian Leases.
Selamat mencoba :D
GADMIN sendiri bisa digunakan untuk melakukan administrasi ISC BIND DNS server, ISC DHCPD server, Proftpd standalone, Samba filesharing, Apache webserver, Squid proxy server, RSYNC backup server & client serta OpenVPN Server/Client.
Tutorial kali ini menjelaskan langkah-langkah instalasi dan konfigurasi Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) server menggunakan GADMIN-DHCPD yang dijalankan pada Ubuntu 10.04.2 LTS (Lucid Lynx).
Instalasi
Berikut ini langkah-langkahnya:
->Jalankan Terminal (Applications | Accessories | Terminal).
->Install paket/aplikasi yang diperlukan dengan perintah:
[sudo apt-get install dhcp3-server gadmin-dhcpd]
->Jalankan GADMIN-DHCPD melalui Applications | System Tools | GADMIN-DHCPD.
Tampilan awal GADMIN-DHCPD terlihat seperti gambar di bawah ini:
Konfigurasi
Bagian yang pertama kali akan dikonfigurasi adalah bagian Settings. Pada bagian
ini yang harus dipastikan adalah:
1.Path to dhcpd.conf : /etc/dhcp3/dhcpd.conf
2.Path to dhcpd.leases : /var/lib/dhcp3/dhcpd.leases
3.Default lease time : 600 (satuan dalam detik, merupakan waktu default)
4.Setingan yang lainnya seperti DDNS update style dan DDNS update biarkan
mengikuti default. Kemudian tekan tombol Apply.
->Bagian berikutnya yang harus disetting adalah Scopes. Pilih Scopes jika kita
akan melakukan konfigurasi DHCP untuk client dengan rentang IP Adress dan
pilih Single hosts untuk satu IP Address yang langsung merujuk pada satu
client. Pada tutorial kali ini dpilih Scopes.
->Pada setings Scopes yang harus diisi adalah:
1. Network card, isi dengan network interface yang akan digunakan untuk DHCP.
Pada contoh di atas yang digunakan adalah interface wlan0 (wireless).
Jika menginginkan interface yang lain (misalnya eth0, eth1) sesuaikan dengan
kebutuhan.
2. Network address, isi dengan IP address network anda bukan dengan IP address
server DHCP. Pada contoh di atas saya menggunakan 192.168.1.0
3. Subnet mask, isi dengan subnet atau netmask network anda. Pada contoh di
atas saya menggunakan 192.168.1.0.
4. Kemudian tekan tombol Add.
->Pada bagian Shared IP-address ranges isi dengan range IP address yang akan
disewakan. Pada contoh di bawah ini saya memberikan range IP mulai dari
192.168.1.51 sampai 192.168.1.55, artinya nantinya akan ada 5 IP address yang
akan disewakan. Tekan tombol Add.
->Selanjutnya yang akan diubah adalah bagian Client settings. Pada bagian ini
yang disetting adalah:
1. Domain name, isi dengan domain yang anda gunakan. Misalnya excellent.com.
2. Broadcast address, isi dengan Broadcast IP address. Misalnya 192.168.1.255
3. Routers, isi dengan IP address router yang ada pada jaringan anda. Misalnya
192.168.1.1
4. Domain name servers, isi dengan IP address nameserver anda. Misalnya :
192.168.1.1, 8.8.8.8, 208.67.222.222
5. NTP servers, isi dengan IP address Network Time Protocol (NTP) server yang
anda gunakan, Jika tidak menggunakan NTP server maka kosongkan saja.
6. Jika sudah yakin tekan tombol Apply.
-> Kemudian jalankan service DHCP dengan menekan tombol Activate dan pastikan
statusnya dalam keadaan Activated.
-> Untuk menghentikan service DHCP tekan tombol Deactivate
Pengecekan Melalui Log
Buka Terminal kemudian jalankan perintah:
wdzgouch@server:~$ tail -f /var/log/syslog
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPDISCOVER from 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPOFFER on 192.168.1.51 to 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPDISCOVER from 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPOFFER on 192.168.1.51 to 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPREQUEST for 192.168.1.51 (192.168.1.104) from 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPACK on 192.168.1.51 to 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPREQUEST for 192.168.1.51 (192.168.1.104) from 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Jul 8 15:43:28 server dhcpd: DHCPACK on 192.168.1.51 to 08:00:27:a7:17:2c (pc1) via wlan0
Selain melalui log, untuk mengetahui IP address yang disewakan bisa dilihat di GADMIN-DHCPD bagian Leases.
Selamat mencoba :D
Langganan:
Postingan (Atom)





